PENTINGNYA BERPANCASILA
Oleh: Salahuddin II
-
Memperingati Hari Lahirnya Pancasila memicu semangat untuk memahami dan mengimplementasikan setiap sila pada Pancasila demi mencapai tujuan bangsa Indonesia. Tidak terasa setelah 74 tahun lamanya Indonesia menjalani roda pemerintahan yang sah dan selama itu pula Pancasila selalu mendampingi Indonesia di setiap masa. Namun, sekarang mayoritas Warga Negara Indonesia (WNI) masih belum menerapkan nilai-nilai Pancasila secara utuh, maksudnya adalah Pancasila hanya dihafal secara tekstual, namun kurang dipahami secara kontekstual. Ini menjadi PR bagi seluruh elemen bangsa Indonesia, terkhusus kepada generasi penerus bangsa sebagai kader terbaik untuk mewujudkan cita-cita Indonesia. Sebelum mengenal lebih dalam, akan dijelaskan terkait pengertian Pancasila.
-
Pancasila merupakan salah satu dari empat pilar kebangsaan milik Indonesia. Pancasila menjadi objek vital bangsa karena peran dan pengaruhnya yang sangat penting untuk Indonesia. Pancasila ditetapkan sebagai ideologi sekaligus dasar negara bangsa Indonesia pasca berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui proklamasi dan penetapan sidang PPKI. Pancasila berasal dari kata "Panca" yang berarti lima dan "Sila" yang berarti dasar. Jadi secara bahasa, Pancasila berarti lima dasar. Adapun pengertian Pancasila adalah suatu konsep yang digagas sebagai dasar negara menuju Indonesia yang merdeka.
-
Pancasila pertama kali digagas oleh Ir. Soekarno yang kelak akan menjadi presiden pertama Republik Indonesia saat sidang BPUPKI I tanggal 1 Juni 1945. Sebelumnya, ada beberapa tokoh lain yang mengusulkan gagasan terkait dasar negara. Yang pertama dari Prof. M. Yamin yang mengusulkan dasar negara tanggal 29 Mei 1945 dengan rumusan sebagai berikut:
1. Peri kebangsaan
2. Peri kemanusiaan
3. Peri ketuhanan
4. Peri kerakyatan
5. Kesejahteraan sosial
Kemudian Dr. Soepomo mengajukan usulan terkait dasar negara tanggal 31 Mei 1945 dengan rumusan sebagai berikut:
1. Persatuan
2. Kekeluargaan
3. Keseimbangan lahir dan batin
4. Musyawarah
5. Keadilan rakyat
Selanjutnya, Ir. Soekarno mengusulkan sebuah gagasan terkait dasar negara yang disebut Pancasila. Sebelumnya, Ir. Soekarno menyebutnya sebagai Pancadharma artinya lima kebenaran, kemudian diubah menjadi Pancasila. Adapun rumusan yang digagas sebagai berikut:
1. Kebangsaan Indonesia
2. Internasionalisme atau peri kemanusiaan
3. Mufakat atau demokrasi
4. Kesejahteraan sosial
5. Ketuhanan yang berkebudayaan
Untuk lebih memudahkan dalam perumusan dasar negara, maka pada tanggal 22 Juni 1945 dibentuk sebuah panitia yang beranggotakan 9 orang (disebut Panitia Sembilan) untuk merumuskan dasar-dasar negara. Akhirnya, usaha Panitia Sembilan menghasilkan Piagam Djakarta yang kelak akan menjadi Undang-Undang Dasar (UUD) Negara Republik Indonesia 1945. Kemudian, pada sidang PPKI yang kedua tanggal 18 Agustus 1945, Pancasila secara resmi menjadi dasar negara Indonesia. Pancasila terletak di alinea (paragraf) keempat UUD 1945. Pancasila memiliki rumusan sebagai berikut:
1. Ketuhanan dengan menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Rumusan ini awalnya diterima, namun di sila pertama terjadi pertentangan karena WNI yang beragama non-muslim saat itu merasa keberatan. Maka, setelah dilakukan perundingan, maka bunyi sila pertama diubah menjadi "Ketuhanan Yang Maha Esa" sampai sekarang.
-
Mengapa Pancasila sangat penting untuk diterapkan? Pertanyaan tersebut sangat sesuai dengan kondisi dan situasi yang dialami oleh bangsa Indonesia ketika mengamalkan Pancasila. Pengaruh Pancasila bagi perkembangan bangsa Indonesia sangat kuat, bahkan sebelum berdirinya Indonesia. Berikut beberapa contoh kisah sejarah yang mungkin bisa dijadikan inspirasi betapa pentingnya Pancasila:
1. Di Aceh, para warga, bangsawan, serta ulama bisa mengalahkan Belanda walaupun sempat diadu domba namun gagal karena memegang prinsip ukhuwah (persaudaraan) dan iman yang kuat.
2. Kemudian, tahun 1908 keatas berbagai suku dan golongan di setiap daerah bersatu dan bekerjasama demi satu tujuan yaitu Indonesia merdeka. Lebih terbukti saat dilaksanakannya Kongres Pemuda II yang melahirkan Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928.
3. Organisasi-organisasi yang muncul pasca era pergerakan nasional juga saling bahu membahu mewujudkan bangsa Indonesia yang bebas dari penjajahan. Tidak ada solusi lain selain bersatu dan berkolaborasi demi menciptakan visi bersama.
4. Di tahun 1950-1959 di masa demokrasi liberal, Pancasila tidak menjadi dasar utama dalam bernegara. Akibatnya, pemerintahan berjalan dengan macet dan sering terjadi pemberontakan sehingga pada tanggal 5 Juli 1959 dikeluarkannya Dekrit Presiden yang menandakan bahwa Pancasila digunakan kembali sebagai dasar bernegara.
5. Apabila Pancasila tidak diterapkan, maka disintegrasi (perpecahan) di antara suku, agama, ras, dan golongan dari berbagai wilayah Indonesia akan terjadi. Konflik tidak dapat terelakkan, dan bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang terpecah-belah. Cerita ini terbukti dari kisah antara Ir. Soekarno dan Josep Broz Tito (Presiden Yugoslavia) tentang warisan yang akan ditinggalkan untuk bangsa. Josep Broz Tito mengatakan bahwa dia akan meninggalkan tentara yang unggul demi menjaga kedaulatan, sementara Ir. Soekarno meninggalkan Pancasila sebagai jalan hidup warganya. Kemudian, negara Yugoslavia hancur akibat konflik antar saudara sedangkan Indonesia tetap ada hingga kini.
Itulah mengapa Pancasila sangat penting dalam kehidupan bernegara. Itu baru dari sisi sejarah, belum dilihat dari sisi yang lain seperti ekonomi, sosial, dan lain-lain.
-
Selain itu, dengan diamalkannya Pancasila maka akan mendapat manfaat seperti:
1. Mampu meningkatkan iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sehingga kehidupan religius bangsa Indonesia akan terjamin dan terwujudkan.
2. Saling membantu antar sesama manusia dan saling memanusiakan manusia demi terwujudnya tujuan bangsa Indonesia.
3. Menjaga semangat persatuan dan kesatuan, menumbuhkan persaudaraan, dan menyayangi satu sama lain meskipun terdapat perbedaan.
4. Dengan bekerjasama, bermusyawarah, dan saling berdiskusi dengan syarat tetap pada aturan hukum yang berlaku, maka solusi akan muncul dan masalah akan berkurang.
5. Menjadi pribadi yang berjiwa sosial, aktivis, dan tentunya menjunjung keadilan bagi setiap warga.
6. Melindungi bangsa Indonesia dari radikalisasi berbagai macam paham dan pemikiran yang mampu menggoyahkan kedaulatan bangsa.
Dari sisi ideologi, Pancasila merupakan perpaduan, pengembangan, serta perbaikan dari berbagai ideologi besar di dunia. Diambil dari tiga ideologi besar dunia, yakni ideologi liberal yang mengedepankan kebebasan, ideologi komunis yang mengedepankan keadilan, dan ideologi Islam (agama) yang mengedepankan keimanan, semua ada pada Pancasila. Jadi, kurang efektif apabila ideologi Pancasila diganti dengan ideologi lain, karena Pancasila sudah mencakup semuanya. Tidak mustahil jika suatu saat Pancasila dapat menjadi ideologi yang berpengaruh di dunia dan WNI akan disegani oleh dunia.
-
Sebagai generasi penerus, menjaga serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila merupakan sebuah kewajiban. Bagaimana tidak, jika suatu generasi kehilangan dasar atau fondasinya, maka generasi tersebut akan terombang-ambing oleh derasnya kemajuan zaman. Untuk itu, perlu adanya pemahaman dan penguatan nilai-nilai Pancasila demi menggapai semangat dalam menjalani kehidupan berpancasila. Mengamalkan Pancasila tidak semudah membalikkan telapak tangan, butuh yang namanya niat serta komitmen yang kuat untuk tetap menjaga dan mengamalkannya. Di zaman serba teknologi, justru penerapan nilai-nilai Pancasila menjadi lebih mudah. Pertama, informasi seputar makna Pancasila sebagai pedoman hidup negara dapat dipahami dengan mudah disamping belajar Pendidikan Kewarganegaraan di sekolah. Kedua, contoh atau bentuk penerapannya dapat ditonton secara kontinu disamping melihat secara langsung melalui pengamatan. Dan ketiga, dapat mengamalkan nilai-nilai Pancasila sesuai dengan kreatifitas masing-masing (tetap harus sesuai dengan aturan hukum yang berlaku), misalnya melalui video, komedi, musik, dan lain-lain. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah berniat untuk belajar pendidikan Pancasila, langkah seterusnya adalah berkomitmen untuk terus mempelajarinya. Suatu saat akan terbiasa dan mampu melaksanakannya. Intinya, apapun yang bisa menjadi media penghubung untuk bisa berpancasila, maka ikuti dan laksanakan. Jangan sampai Pancasila hanya sebagai angan di masa-masa bersekolah.
-
Jadi, sikap dan kepribadian generasi penerus perlu ditingkatkan melalui pendidikan Pancasila. Ketika sudah berpancasila, maka akan muncul identitas bangsa Indonesia yaitu Pancasila, dan akan menjadi teladan bagi seluruh negara di dunia. Untuk itu, penting untuk berpancasila. Dimulai dari sekarang (lebih baik sejak dini), harus ada bibit Pancasila yang tertanam di hati agar tumbuh menghasilkan buah dan tempat teduh yang baik dan nyaman. Generasi penerus hendaknya menjadi motor penggerak semangat berpancasila. Dengan memperingati Hari Lahirnya Pancasila, maka meningkatkan kualitas dan kuantitas diri sebagai bangsa Indonesia merupakan suatu keharusan, sehingga setiap sila pada Pancasila dapat dipahami dan diimplementasikan.
-
"Kesatuan dan kekuatan bangsa adalah dua hal yang harus digenggam. Pancasila sebagai tangan yang berjari lima mampu menggenggam erat kedua hal tersebut."
"Pancasila adalah perisainya garuda, siap melindungi kedaulatan bangsa dari polusi dan radikalisasi."
-
Referensi:
tokohperumusdasarnegara.blogspot.com