Rabu, 13 Maret 2019

MERDEKA KARENA BHINNEKA TUNGGAL IKA

Peristiwa agung bagi bangsa Indonesia telah terjadi 73 tahun yang lalu, tepatnya tanggal 17 Agustus 1945. Nama Indonesia mulai menggema di seluruh wilayah baik di dalam maupun luar negeri. Sejak saat itu Indonesia lahir dan terbebas dari belenggu penjajah serta berusaha untuk merangkak, berjalan, dan berlari menuju ke arah masa depan yag lebih baik. Semuanya dilakukan atas dasar rasa persatuan dan kesatuan. Dasar tersebut tercantum dalam simbol/lambang negara Indonesia Garuda Pancasila yaitu semboyan “ Bhinneka Tunggal Ika “. Hampir setiap elemen masyarakat Indonesia tahu arti dari kalimat itu. Tapi, tahukah bahwa Indonesia merdeka karena Bhinneka Tunggal Ika. Berikut penjelasannya.

Bhinneka Tunggal Ika merupakan sebuah kalimat berbahasa Sanskerta yang memiliki arti “ Berbeda-beda namun tetap satu jua “. Kalimat ini dikutip dari kakawin/kitab Sutasoma karya Mpu Tantular masa kerajaan Majapahit yang berdiri kira-kira tahun 1295 Masehi. Kalimat Bhinneka Tunggal Ika menjadi semboyan bangsa Indonesia pasca kemerdekaan. Bhinneka Tunggal Ika memiliki peran penting dalam kemerdekaan Indonesia karena mengandung makna adanya rasa persatuan dan kesatuan tanpa melihat perbedaan. Bahkan di masa keemasan Majapahit, tidak ada perseteruan antar agama ( Agama besar yang dianut: Hindu-Buddha ) yang dapat menimbulkan perpecahan karena semua warganya bebas memeluk agama masing-masing, sampai akhirnya Majapahit runtuh akibat perang saudara.

Pada masa penjajahan, saat itu Indonesia/Nusantara masih berbentuk kerajaan-kerajaan yang tersebar di berbagai wilayah. VOC ( perusahaan dagang Belanda ) yang berdiri tanggal 20 Maret 1602 mulai melakukan kolonisasi dan imperialisme di Indonesia dengan menggunakan asas 3G ( Gold, Glory, Gospel ). Maka dimulailah pertempuran-pertempuran melawan berbagai kerajaan. Walaupun jumlah pasukan VOC lebih kecil dari lawannya, namun mereka hampir selalu memenangkan pertempuran karena selain senjata yang lebih lengkap dan canggih, juga kerajaan-kerajaan di Nusantara masih melakukan perlawanan secara sendiri-sendiri, terkadang antar kerajaan juga mudah diadu domba oleh VOC dengan motif mengiming-imingi sesuatu. Dengan begitu, VOC dapat menguasai seluruh Nusantara dan tekanan akibat penjajahan berjalan dengan lama bahkan sampai masa penjajahan Belanda ( setelah VOC runtuh ).

Namun, disamping itu VOC atau Belanda juga pernah hampir mengalami kekalahan akibat kewalahan ketika melawan kerajaan di Nusantara. Dua diantaranya adalah melawan kerajaan Aceh dalam Perang Aceh dan melawan bangsawan Jawa bernama Pangeran Diponegoro dalam Perang Diponegoro ( 1825-1830 ). Belanda mengalami kerugian yang sangat besar akibat dua perang tersebut. Sampai pada akhirnya Belanda menggunakan cara licik untuk memenangkan dua perang besar itu. Pada Perang Aceh, Belanda menggunakan siasat kekerasan sampai akhirnya Belanda memaksa Aceh untuk bertekuk lutut pada Belanda, walaupun masih sering terjadi pertempuran yang berskala kecil. Sedang Perang Diponegoro berakhir setelah pemimpinnya, Pangeran Diponegoro dijebak lalu ditangkap kemudian diasingkan ke Makassar. Mengapa mereka bisa membuat Belanda kewalahan ? Jawabannya ternyata terletak dari ukhuwah ( persaudaraan ) dan persatuan yang tetap dipegang teguh saat perang terjadi. Disitulah letak atau kunci yang akan mengantarkan Indonesia menuju kemerdekaannya. Dan disitulah makna Bhinneka Tunggal Ika tertuju.

Sampai pada 1908, barulah muncul kesadaran-kesadaran pentingnya persatuan dan kesatuan yang mampu membuat Indonesia merdeka karena berbagai faktor-faktor, salah satunya adalah rasa senasib dan seperjuangan akibat penjajahan. Seperti berdirinya organisasi pertama Budi Utomo untuk memajukan pendidikan Indonesia. Sejak saat itu muncul berbagai organisasi lain yang sebenarnya memiliki satu tujuan, yaitu Indonesia merdeka. Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928 menjadi saksi untuk bersumpah dalam semangat persatuan menuju kemerdekaan. Lalu tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya dan lahirlah bangsa Indonesia.

Setelah upacara kemerdekaan selesai, berita kemerdekaan pun tersebar. Banyak kerajaan-kerajaan di Indonesia mulai bergabung dalam naungan NKRI, seperti kerajaan Yogyakarta, kerajaan Siak, kerajaan Bima, dan lain-lain. Mereka bergabung dengan Indonesia sebagai bentuk kecintaan pada tanah air dan dengan persatuan inilah seluruh wilayah di Indonesia dapat terbebas dari belenggu penjajahan.

Begitulah pemaparan sejarah mengapa Bhinneka Tunggal Ika sangat penting bagi Indonesia. Bhinneka Tunggal Ika sangat penting bagi perkembangan dan kemajuan bangsa Indonesia mengingat Indonesia memiliki berbagai keanekaragaman dan perbedaan. Namun bagi bangsa Indonesia, perbedaan itu bukan menjadi ajang permusuhan, namun perbedaan adalah warna-warna berbeda yang dapat menciptakan keindahan dan keunggulan-keunggulan yang berbeda yang dapat menciptakan kekuatan jika semua elemen yang ada mau bersatu padu menciptakan Indonesia yang merdeka dan maju.

Tujuan utama Bhinneka Tunggal Ika adalah untuk menyatukan segala perbedaan, dan menjaga agar Indonesia tidak terpecah belah. Melalui Pancasila, dasar-dasar negara pun tertuang di dalam Pancasila sebagai jalan atau pedoman hidup bagi bangsa Indonesia agar tetap bertahan dalam rasa persatuan dan kesatuan. Dalam menjalani kehidupan, Bhinneka Tunggal Ika menjadi tolak ukur dalam bertoleransi terhadap perbedaan, seperti menjalankan ibadah sesuai dengan agama masing-masing, menampilkan dan mengenal budaya masing-masing, bekerja sesuai dengan profesi tanpa paksaan dan tekanan, dan membebaskan manusia untuk berekspresi ( tetap bertanggung jawab ) sesuai kemampuannya. Sesungguhnya memiliki banyak perbedaan adalah suatu kekayaan yang sangat melimpah, karena dengan adanya persatuan di dalamnya Indonesia akan dikenal oleh dunia sebagai negara yang hebat, bermartabat, maju, kaya, dan beradab.

Sebagai tambahan, di dalam Pancasila juga terdapat nilai-nilai kebhinnekaan, diantaranya :
1. Ketuhanan Yang Maha Esa, artinya Indonesia menganut agama sesuai dengan kepercayaan masing-masing sehingga tercipta keharmonisan dalam kehidupan walaupun memiliki perbedaan dalam agama.
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab, artinya walaupun setiap manusia memiliki perbedaan dari segi manapun, namun tetapd harus saling menghargai dan membantu untuk menciptakan rasa kemanusiaan dan karakter yang baik.
3. Persatuan Indonesia, artinya walaupun suku, agama, ras, atau golongannya berbeda, namun tetap harus mencintai dan membela negaranya dan menganggap semuanya adalah saudara.
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, artinya ketika berdemokrasi dan mengemukakan pendapat semisalnya, tetap harus menjaga aturan dan norma-norma yang berlaku, hargai orang yang memiliki perbedaan.
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, artinya tidak ada kesenjangan sosial yang terlampau jauh jaraknya akibat dari adanya perbedaan kelas.

Jadi makna dan tujuan dari Bhinneka Tunggal Ika adalah mampu untuk saling merhargai dan saling membantu walaupun memiliki perbedaan demi terciptanya sebuah impian yang diharapkan oleh semuanya melalui persatuan. Gambaran suatu bangsa akan terlihat indah bila memiliki banyak warna dan komposisi di dalamnya. Kemerdekaan suatu bangsa akan tercapai melalui persatuan, dan persatuan akan dicapai jika menghilangkan unsur permusuhan dalam perbedaan. Ingat, Indonesia akan menjadi negara yang kuat jika semuanya merevolusi diri mereka menjadi lebih baik, salah satunya adalah menghargai perbedaan. Dengan begitu, impian Indonesia meraih dan tetap memertahankan kemerdekaan akan terwujud berkat suatu semboyan yang melegenda, yaitu Bhinneka Tunggal Ika.

“ Komponen-komponen suatu bangsa memiliki setiap keunggulan, jika Bhinneka Tunggal Ika mampu menyatukan semua itu, maka akan tercipta mesin yang sangat kuat, mampu mencapai visi dengan cepat, menyelesaikan misi dengan tepat, dan yang utama adalah memiliki kekuatan untuk bergerak di dalam jalur kebaikan dan kemajuan, itulah yang menjadi harapan Indonesia, merdeka ! “

Maaf apabila terdapat kesalahan penulisan kata atau kalimat dalam artikel ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar